☔ Pada Titrasi Asam Dan Basa Terjadi Reaksi

1 Titrasi yang melibatkan reaksi asam basa, disebut titrasi asam basa. 2. Titrasi yang melibatkan pembentukan reaksi kompleks, disebut titrasi kompleksometri. 3. Titrasi yang melibatkan reaksi reduksi dan oksidasi disebut titrasi redoks. Berdasarkan larutan baku yang di gunakan, titrasi dibagi menjadi 2 yakni sebagai berikut: Contoh2: tuliskan persamaan reaksi antara larutan asam posfat dengan larutan kalium hidroksida yang menghasilkan larutan kalium posfat dan air. 1. Tuliskan persamaan reaksi belum setara. H 3 PO 4 + KOH -> K 3 PO 4 + H 2 O. 2. Setarakan jumlah sisa basa (logam) pada garam: yaitu K. H 3 PO 4 + 3 KOH -> K 3 PO 4 + H 2 O. 3. SoalPilihan Ganda Titrasi Asam Basa Nomer 9. Sebanyak 0,58 gram basa L (OH) 2 tepat habis bereaksi dengan 100 mL asam sulfat 0,1 M menurut persamaan reaksi berikut. L (OH) 2 + H 2 SO 4 → LSO 4 + 2H 2 O. Massa atom relatif logam L adalah . (Ar O = 16, H = 1) Titrasinetralisasi adalah titrasi yang didasarkan pada reaksi antara asam dengan basa. Dan hubungan jumlah ekivalen asam (H3O+) sama dengan ekivalen basa (OH-). H3O+ + OH- ⇔ 2 H2O Larutan baku pada titrasi netralisasi adalah asam kuat atau basa kuat, karena zat-zat tersebut bereaksi lebih sempurna dengan analit. Larutan baku primer Titrasiasam basa akan menjadi setimbang pH 7 apabila jumlah asam setara dengan jumlah basa. Kesetimbangan asam-basa adalah salah satu dari ketentuan yang terjadi pada hukum alam yang mendasari penciptaan dan keteraturan makrokosmos. Titrasi asam basa melibatkan asam maupun basa sebagai titer ataupun titran, titrasi asam basa berdasarkan reaksi KurvaTitrasi Asam Kuat. Toddstine Todd. Kurva pertama menunjukkan asam kuat yang dititrasi oleh basa kuat. Ada peningkatan pH awal yang lambat sampai reaksi mendekati titik di mana cukup basa ditambahkan untuk menetralkan semua asam awal. Titik ini disebut titik ekivalen. Untuk reaksi asam / basa kuat, ini terjadi pada pH = 7. Padatitrasi asam dan basa terjadi reaksi netralisasi. Kadar atau konsentrasi asam ditentukan dengan menggunakan larutan basa atau sebaliknya. Pada titrasi asam dan basa terjadi reaksi. Lencana tidak terkunci yang menunjukkan sepatu bot astronot mendarat di bulan. Yang terjadi pada titrasi asam basa itu reaksi netralisasi. Mbx Vb x na = Ma x Va X na. 0,25 x 40 mL x 2 = Mb x 57 mL x 1. Mb = (0,25 x 45 mL x 2)/ (57 mL x 1) Mb = 0,35 m. Jadi, kemolaran basa yang digunakan adalah 0,35 m. 2. Soal Kedua. Sebanyak 50 mL larutan asam sulfat 0,25 M dititrasi dengan sebuah basa bervalensi satu. Ternyata dibutuhkan 55 mL basa tersebut untuk melakukan proses titrasi. Semogalaporan kami kali ini tentang "Praktikum Titrasi Kadar Asam Asetil Salisilat Melalui Metode Titrasi Asam Basa" dalam membantu pembaca semua dan beranfaat bagi pembaca sekalian . Asam salisilat dapat mengakibatkan iritasi lambung oleh karena reaksi yang terjadi dengan asam lambung. Melalui titrasi asam basa dengan metode tetes Titrasimerupakan salah satu cara untuk menentukan konsentrasi larutan suatu zat dengan cara mereaksikan larutan tersebut dengan zat lain yang diketahui konsentrasinya. Prinsip dasar titrasi asam basa didasarkan pada reaksi nertalisasi asam basa. Titik equivalen pada titrasi asam basa adalah pada saat dimana sejumlah asam tepat di netralkan oleh sejumlah basa. Dalamtitrasi ini, kita dapat menggunakan larutan standar asam dan larutan standar basa. Pada prinsipnya, reaksi yang terjadi adalah reaksi netralisasi yaitu : Reaksi netralisasi terjadi antara ion hidrogen sebagai asam dengan ion hidroksida sebagai basa dan membentuk air yang bersifat netral. Berdasarkan konsep lain reaksi netralisasi dapat PerubahanpH pada reaksi penetralan basa lemah oleh asam kuat, dalam hal ini 50 mL NH$_3$ 0,1 M dititrasi dengan HCl 0,1 M, dapat ditunjukkan pada kurva di bawah ini. HCl 0,1 M, dapat ditunjukkan pada kurva di bawah ini. Dari kurva tersebut, terlihat bahwa titik ekuivalen terjadi pada pH lebih kecil 7. Hal ini disebabkan garam yang Dd2G. Halo Sobat Zenius, di artikel kali ini gue akan membahas mengenai materi Kimia, titrasi asam basa, rumus dan perhitungannya. Mungkin sebagian dari elo masih agak asing dengan istilah “titrasi” ditambah lagi kata asam dan basa di belakangnya, maksudnya apa sih? Oke, biar lebih relate dengan kehidupan sehari-hari, pernah gak elo berbelanja kebutuhan pangan? Pasti pernah dong, ya. Saat berbelanja, pernah gak sih elo melihat komposisi pada kemasan makanannya? Misalnya, elo membeli cuka dan pada botolnya tertera informasi kadar asam cuka CH3COOH sebesar 25%. Nah, cara menentukan apakah persentase tersebut benar atau salah itu bisa menggunakan metode titrasi lho. Coba elo cek label kemasan makanan atau minuman yang bersifat asam/basa, terus cari tau kadarnya, oke kalau udah ketemu coba keep dulu dan ikuti langkah selanjutnya ya! Metode titrasi ada beberapa macam, yaitu asam basa, pengendapan, dan redoks. Untuk kasus asam cuka di atas, kita bisa memastikannya menggunakan titrasi asam basa dan itulah yang akan kita bahas ke depannya. Penasaran apa pengertian dan bagaimana cara perhitungannya? Simak baik-baik penjelasan titrasi asam basa, rumus dan perhitungannya berikut ini ya! Apa Itu Titrasi Asam Basa?Bagaimana Cara Kerja Titrasi?Jenis Titrasi Asam BasaRumus Titrasi Asam BasaContoh Soal Titrasi Asam Basa Apa Itu Titrasi Asam Basa? Menentukan konsentrasi dengan titrasi asam basa dok. Polina Tankhilevich on Pexels Nah, sebelum gue lebih jauh membahas titrasi asam basa, rumus dan perhitungannya. Ada baiknya elo memahami dulu konsep dari titrasi asam basa. Titrasi asam basa adalah suatu prosedur yang dilakukan untuk menentukan konsentrasi atau kadar suatu zat yang tidak diketahui dengan menggunakan zat yang telah diketahui kadarnya larutan standar. Sesuai dengan namanya, pada prinsipnya memang untuk mengetahui hal tersebut maka zat yang bersifat asam akan dititrasi dengan larutan basa yang telah diketahui kadarnya. Atau sebaliknya, zat yang bersifat basa akan dititrasi dengan larutan asam yang kadarnya sudah diketahui. Simpelnya gini “Ketika elo mau tau suatu kadar dari larutan asam, maka elo harus menintrasinya dengan larutan basa yang udah diketahui kadarnya. Sebaliknya, ketika elo mau tau kadar larutan basa, maka elo harus menitrasinya dengan larutan asam yang udah diketahui kadarnya” Bagaimana Cara Kerja Titrasi? Langkah pertama dari titrasi ini adalah elo harus mengetahui sifat zatnya, apakah asam atau basa. Dengan cara apa? Ukur pH zat tersebut. Bisa menggunakan kertas lakmus juga kok. Intinya, elo harus tau zat tersebut termasuk asam atau basa ya. pH 1-3 adalah asam kuat, ditandai dengan warna merah. pH 4-5 adalah asam lemah, ditandai dengan warna orange. pH 6 adalah asam sangat lemah, ditandai dengan warna kuning. pH 7 adalah netral, ditandai dengan warna hijau. pH 8 adalah basa sangat lemah, ditandai dengan warna biru. pH 9-10 adalah basa lemah, ditandai dengan warna ungu. pH 11-14 adalah basa kuat, ditandai dengan warna violet. Setelah elo tau pH dari zat tersebut, langkah selanjutnya adalah dengan menentukan larutan apa yang akan digunakan untuk menitrasi zatnya. Ingat prinsipnya ya, kalau asam harus dititrasi dengan larutan basa standar dan begitu juga sebaliknya. Tapi, larutan yang digunakan sebagai larutan standar harus sudah diketahui kadarnya. Misalnya gini “Elo punya asam cuka CH3COOH udah jelas kan dia bersifat asam lemah. Kemudian, ada larutan basa NaOH yang udah diketahui kadarnya, yaitu 0,1 M. Berarti tugas elo adalah menintrasi larutan CH3COOH dengan NaOH 0,1 M”. Selanjutnya, penentuan kadar akan menggunakan reaksi penetralan yang akan menghasilkan garam dan melepaskan air H2O. Elo harus ingat kalau pada prinsipnya, larutan asam yang direaksikan dengan basa akan menghasilkan garam dan melepaskan H2O. Asam + Basa → Garam + H2O Titrasi harus dilakukan hingga mencapai titik ekuivalen yaitu pada saat keadaan asam dan basa tepat habis bereaksi secara stoikiometri. Tandanya apa? Ada perubahan warna indikator. Nah saat muncul perubahan warna, maka titrasi harus dihentikan. Itulah yang disebut dengan titik akhir titrasi. Selain indikator, elo juga bisa menggunakan pH meter. Tapi, umumnya yang sering digunakan adalah indikator warna. Kalau di laboratorium, elo bisa mempraktikkan langkah-langkah berikut ini supaya lebih mudah dalam memahaminya Ilustrasi proses titrasi di laboratorium Arsip Zenius Larutan asam yang akan dititrasi dimasukkan ke dalam labu erlenmeyer. Teteskan indikator asam basa sesuai dengan trayek pH. Masukkan larutan pentiter zat yang akan menitrasi ke dalam buret. Teteskan larutan pentiter tersebut ke dalam labu erlenmeyer setetes demi setetes dan hitung volume yang dibutuhkannya. Teteskan terus sampai warna indikator berubah. Ketika muncul perubahan, hentikan titrasi. Didapatlah titik akhir titrasi. Nah, pada materi titrasi asam basa, rumus dan perhitungannya ini, elo juga akan mengenal jenis titrasi asam basa. Setidaknya ada ada dua jenis titrasi asam basa berdasarkan jenis zat terlarut dan larutan standarnya, yaitu titrasi alkalimetri dan titrasi asidimetri. Titrasi Alkalimetri Titrasi alkalimetri adalah titrasi menggunakan larutan standar berupa basa. Kalau elo tanya jenis titrasi apa yang umum digunakan, titrasi ini jawabannya, Pada reaksi ini, ketika larutan standar yang digunakan adalah basa kuat dengan zat terlarut atau sampelnya adalah asam kuat, maka reaksi akhirnya akan menghasilkan pH netral. Namun, jika larutan standarnya basa kuat dengan sampelnya adalah asam lemah, maka pH yang dihasilkan adalah >7 atau pH basa. Contoh titrasi alkalimetri ini apa sih? Gue pakai contoh reaksi yang paling umum digunakan ya, yaitu reaksi antara HCl dengan NaOH. Elo bisa menentukan kan mana yang asam dan mana yang basa? Nah, hasil dari reaksi ini merupakan reaksi penetralan, yaitu berupa garam dan air dengan pH netral. HCl + NaOH → NaCl + H2O Titrasi Asidimetri Selanjutnya, ada titrasi asidimetri yang merupakan kebalikan dari alkalimetri. Titrasi asidimetri adalah titrasi yang menggunakan larutan standar berupa asam. Pada titrasi jenis ini, ketika larutan asam kuat dititrasi dengan basa kuat, maka akan menghasilkan pH netral. Namun, jika larutan asam kuat dititrasi dengan basa lemah, maka hasilnya akan pH < 7 atau bersifat asam. Contoh titrasi asidimetri ini terjadi pada larutan amonium hidroksida NH4OH yang termasuk basa lemah dititrasi dengan larutan asam klorida HCl yang termasuk asam kuat. NH4OH + HCl → NH4Cl + H2O Rumus Titrasi Asam Basa Setelah elo mengetahui konsep dari materi ini, sekarang kita masuk ke titrasi asam basa, rumus dan perhitungannya yuk! Prinsipnya, perhitungan ini berdasarkan atas jumlah mol masing-masing zat yang beraksi dalam satu titrasi. Dalam satu reaksi yang telah selesai, jumlah zat dari suatu reaktan yang digunakan akan sama dengan jumlah zat reaktan lainnya yang bereaksi. Mol asam = Mol basa Mol diperoleh dari konsentrasi dan volume sebagai berikut Mol = konsentrasi x volume Nah, dari persamaan di atas, kita bisa memasukkannya ke dalam rumus pertama Mol asam = Mol basa Konsentrasi x volume asam = Konsentrasi x volume basa Atau bisa juga menggunakan rumus sebagai berikut Ma x Va x na = Mb x Vb x nb Keterangan Ma konsentrasi asamMb konsentrasi basana jumlah valensi asamnb jumlah valensi basaVa volume asamVb volume basa Contoh Soal Titrasi Asam Basa Contoh Soal 1 Di bawah ini yang merupakan pengertian titrasi asam basa adalah … Titrasi asam basa adalah suatu prosedur yang dilakukan untuk menentukan konsentrasi atau kadar suatu zat yang tidak diketahui dengan menggunakan zat yang telah diketahui kadarnya. Titrasi asam basa adalah suatu prosedur yang dilakukan untuk menentukan konsentrasi atau kadar suatu zat yang tidak diketahui dengan menggunakan zat yang belum diketahui kadarnya. Titrasi asam basa adalah suatu prosedur yang dilakukan untuk menentukan konsentrasi atau kadar suatu zat yang diketahui dengan menggunakan zat yang telah diketahui kadarnya. Nah, untuk menjawab soal teori seperti ini elo bisa lihat lagi bagian apa itu titrasi asam basa. Contoh Soal 2 Coba elo liat tabel hasil titrasi larutan CH3COOH dengan larutan BaOH2 0,1 M Berdasarkan data tersebut konsentrasi larutan CH3COOH sebesar… Pembahasan CH3COOH 20 ml + 0,1 M BaOH2 15 ml nah 15 ml diambil dari rata-rata BaOH2 yang digunakan. Terus inget lagi rumus titrasi asam basa yang ini Ma x Va x na = Mb x Vb x nb Keterangan Ma konsentrasi asamMb konsentrasi basana jumlah valensi asamnb jumlah valensi basaVa volume asamVb volume basa Berarti Ma konsentrasi asam = adalah yang dicariMb konsentrasi basa = 0,1 Mna jumlah valensi asam = 1nb jumlah valensi basa = 2Va volume asam = 20 mlVb volume basa = 15 ml Ma x Va x na = Mb x Vb x nbMa x 20 ml x 1 = 0,1 M x 15 ml x 220 Ma = 3Ma = 3/20Ma = 0,15 M Maka konsentrasi larutan CH3COOH sebesar 0,15 M. Itu dia penjelasan mengenai titrasi asam basa, rumus dan perhitungannya. Belajar Kimia ternyata seseru itu ya. Gimana, udah paham kan mengenai materi yang satu ini? Buat elo yang dari tadi nyari-nyari contoh soal dan pembahasan dari materi ini, tenang, Zenius udah nyiapin lengkap dan khusus buat elo. Langsung klik aja banner di bawah ini ya. Baca Juga Artikel Lainnya Titrasi Asam Basa dan Pembahasan Soal. Larutan Asam Larutan Basa Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit Cara kerjaTitrasi asam basa adalah suatu prosedur untuk menentukan kadar pH suatu larutan asam/basa berdasarkan reaksi asam basa. Kadar larutan asam dapat ditentukan dengan menggunakan larutan basa yang sudah diketahui kadarnya, dan sebaliknya kadar larutan basa dapat ditentukan dengan menggunakan larutan asam yang sudah diketahui kadarnya. Titrasi yang menyandarkan pada jumlah volum larutan disebut titrasi volumetri. Pengukuran volum diusahakan setepat mungkin dengan menggunakan alat-alat, seperti buret dan pipet yang akan dicari kadarnya dimasukkan ke dalam labu erlemeyer, sementara larutan yang sudah diketahui kadarnya dimasukkan ke dalam buret. Sebelum memulai titrasi, larutan yang akan dititrasi ditetesi larutan indikator. Jenis indikator yang digunakan disesuaikan dengan titrasi yang dilakukan, misalnya Fenolftalein untuk titrasi asam kuat oleh basa teknis, titrasi dilakukan dengan cara mereaksikan sedikit demi sedikit larutan penitrasi melalui buret, ke dalam larutan yang akan dititrasi dalam labu erlemeyer. Penambahan dilakukan terus menerus sampai kedua larutan tepat habis bereaksi yang ditandai dengan berubahnya warna pada saat terjadi perubahan warna indikator disebut titik akhir titrasi. Titik akhir titrasi diharapkan mendekati titik ekuivalen titrasi, yaitu kondisi pada saat larutan asam habis bereaksi dengan larutan basa. Pendekatan antara titik akhir titrasi dan titik ekuivalen titrasi bergantung pada pH perubahan warna dari larutan indikator. Jika perubahan warna indikator terletak pada pH titik ekuivalen, maka titik akhir titrasi sama dengan titik ekuivalen. Akan tetapi, jika perubahan warna terjadi setelah penambahan larutan penitrasi yang berlebih, maka titik akhir titrasi berbeda dengan titik ekuivalen. Perbedaan antara titik akhir titrasi dengan titik ekuivalen disebut kesalahan titrasi. Besar kecilnya kesalahan titrasi ditentukan oleh pemilihan indikator. Jika indikator yang digunakan tepat, maka kesalahan titrasinya kecil. Stoikiometri Reaksi dan Titrasi Asam – Basa 1. Stoikiometri Stoikiometri berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata stoicheion yang berarti unsur dan metron yang berarti mengukur. Stoikiometri membahas tentang hubungan massa antarunsur dalam suatu senyawa stoikiometri senyawa dan antarzat dalam suatu reaksi stoikiometri reaksi. Pengukuran massa dalam reaksi kimia dimulai oleh Antoine Laurent Lavoisier 1743 – 1794 yang menemukan bahwa pada reaksi kimia tidak terjadi perubahan massa hukum kekekalan massa. Selanjutnya Joseph Louis Proust 1754 – 1826 menemukan bahwa unsur-unsur membentuk senyawa dalam perbandingan tertentu hukum perbandingan tetap. Selanjutnya dalam rangka menyusun teori atomnya, John Dalton menemukan hukum dasar kimia yang ketiga, yang disebut hukum kelipatan perbandingan. Ketiga hukum tersebut merupakan dasar dari teori kimia yang pertama, yaitu teori atom yang dikemukakan oleh John Dalton sekitar tahun 1803. Menurut Dalton, setiap materi terdiri atas atom, unsur terdiri atas atom sejenis, sedangkan senyawa terdiri dari atom-atom yang berbeda dalam perbandingan tertentu. Namun demikian, Dalton belum dapat menentukan perbandingan atom – atom dalam senyawa rumus kimia zat. Penetapan rumus kimia zat dapat dilakukan berkat penemuan Gay Lussac dan Avogadro. Setelah rumus kimia senyawa dapat ditentukan, maka perbandingan massa antaratom Ar maupun antarmolekul Mr dapat ditentukan. Pengetahuan tentang massa atom relatif dan rumus kimia senyawa merupakan dasar dari perhitungan kimia. 2. Titrasi asam basa Titrasi asam-basa sering disebut juga dengan titrasi netralisasi. Dalam titrasi ini, kita dapat menggunakan larutan standar asam dan larutan standar basa. Pada prinsipnya, reaksi yang terjadi adalah reaksi netralisasi yaitu Reaksi netralisasi terjadi antara ion hidrogen sebagai asam dengan ion hidroksida sebagai basa dan membentuk air yang bersifat netral. Berdasarkan konsep lain reaksi netralisasi dapat juga dikatakan sebagai reaksi antara donor proton asam dengan penerima proton basa. Dalam menganalisis sampel yang bersiaft basa, maka kita dapat menggunakan larutan standar asam, metode ini dikenal dengan istilah asidimetri. Sebaliknya jika kita menentukan sampel yang bersifat asam, kita akan menggunkan lartan standar basa dan dikenal dengan istilah alkalimetri. Dalam melakukan titrasi netralisasi kita perlu secara cermat mengamati perubahan pH, khususnya pada saat akan mencapai titik akhir titrasi, hal ini dilakukan untuk mengurangi kesalahan dimana akan terjadi perubahan warna dari indikator lihat Gambar Gambar Titrasi alkalimetri dengan larutan standar basa NaOH Analit bersifat asam pH mula-mula rendah, penambahan basa menyebabkan pH naik secara perlahan dan bertambah cepat ketika akan mencapai titik ekuivalen pH=7. Penambahan selanjutnya menyebakan larutan kelebihan basa sehingga pH terus meningkat. Dari Gambar juga diperoleh informasi indikator yang tepat untuk digunakan dalam titrasi ini dengan kisaran pH pH 7 – 10 Tabel Tabel Indikator dan perubahan warnanya pada pH tertentu Pamanfaatan teknik ini cukup luas, untuk alkalimetri telah dipergunakan untuk menentukan kadar asam sitrat. Titrasi dilakukan dengan melarutkan sampel sekitar 300 mg kedalam 100 ml air. Titrasi dengan menggunakan larutan NaOH N dengan menggunakan indikator phenolftalein. Titik akhir titrasi diketahui dari larutan tidak berwarna berubah menjadi merah muda. Selain itu alkalimetri juga dipergunakan untuk menganalisis asam salisilat, proses titrasi dilakukan dengan cara melarutkan 250 mg sampel kedalam 15 ml etanol 95% dan tambahkan 20 ml air. Titrasi dengan NaOH N menggunakan indikator phenolftalein, hingga larutan berubah menjadi merah muda. Teknik asidimetri juga telah dimanfaatkan secara meluas misalnya dalam pengujian boraks yang seringa dipergunakan oleh para penjual bakso. Proses analisis dilakukan dengan melaruitkan sampel seberat 500 mg kedalam 50 mL air dan ditambahkan beberapa tetes indikator metal orange, selanjutnya dititrasi dengan HCl N. v Persamaan Ion Persamaan ion melibatkan larutan yang bersifat elektrolit. Zat elektrolit kuat dituliskan dalam bentuk ion-ionnya sedangkan untuk elektrolit lemah tetap dituliskan dalam bentuk molekulnya atau senyawa netralnya. Contoh 1 Reaksi antara gas karbondioksida dengan larutan natrium hidroksida membentuk larutan natrium karbonat dan air. Contoh 2 v Berbagai macam zat yang terkait dengan reaksi dalam larutan elektrolit a Senyawa Asam b Senyawa Basa c Senyawa Garam d Oksida Asam Adalah suatu senyawa yang tersusun oleh unsur non logam dengan unsur oksigen = oksida non logam Oksida asam disebut juga anhidrida asam, karena merupakan bagian dari asam setelah melepas molekul air. Misalnya Contoh SO2; SO3; N2O3; CO2 e Oksida Basa Adalah suatu senyawa yang tersusun oleh unsur logam dengan unsur oksigen = oksida logam Contoh Na2O; CaO; MgO f Logam Merupakan spesi yang melepas elektron. v Senyawa-Senyawa Hipotetis Adalah senyawa-senyawa yang tidak stabil akan mengalami penguraian lebih lanjut. a Senyawa Asam Misalnya b Senyawa Basa Misalnya c Senyawa Garam Misalnya v Deret Kereaktifan Logam Kereaktifan logam tergantung pada kemudahannya untuk melepaskan elektron. Unsur-unsur di sebelah kiri hidrogen lebih reaktif daripada unsur-unsur di sebelah kanan hidrogen. v Reaksi Pembentukan Endapan Semua asam mudah larut dalam air; sedangkan basa dan garam ada yang mudah larut, ada pula yang sukar larut dalam air. Semua garam natrium, kalium, amonium, nitrat dan asetat mudah larut dalam air. Jika 2 larutan elektrolit direaksikan dan dimungkinkan bertemunya 2 ion yang dapat menghasilkan senyawa yang sukar larut, maka senyawa tersebut akan mengendap. Contoh v Tabel Kelarutan Beberapa Senyawa Ion dalam Air No Senyawa Kelarutan Keterangan 1 Nitrat NO3- Semua larut 2 Asetat CH3COO- Semua larut Kecuali Ag+; Hg22+;Bi3+ 3 Klorida Cl- Semua larut Kecuali Ag+; Hg22+;Pb2+;Cu+ 4 Bromida Br- Semua larut Kecuali Ag+; Hg22+;Pb2+ 5 Iodida I- Semua larut Kecuali Ag+; Hg22+;Pb2+; Bi3+ 6 Sulfat SO42- Semua larut Kecuali Pb2+;Ba2+;Sr2+;Ca2+ 7 Klorat ClO3- Semua larut 8 Na+; K+; NH4+ Semua larut 9 PbCl2; PbBr2; PbI2 Mudah larut dalam air panas 10 Sulfida S2- Semua tidak larut Semua sulfida dari IA dan IIA kecuali Be; NH4+ 11 Fosfat PO43- Semua tidak larut Kecuali Na+; K+; NH4+ 12 Karbonat CO32- Semua tidak larut Kecuali Na+; K+; NH4+ 13 Oksalat C2O42- Semua tidak larut Kecuali Na+; K+; NH4+ 14 Oksida O2- Semua tidak larut Kecuali Na+; K+; Ba2+; Sr2+; Ca2+ 15 Hidroksida OH- Semua tidak larut Kecuali Na+; K+; Ba2+; Sr2+; Ca2+; NH4+ v Reaksi Pergantian Dekomposisi Rangkap Secara umum Senyawa AB dan CD reaktan dapat berupa asam, basa maupun garam. Reaksi dapat berlangsung jika senyawa AD atau CB produk reaksi atau keduanya memenuhi paling tidak 1 kriteria yaitu v Sukar larut dalam air mengendap. v Merupakan senyawa yang tidak stabil hipotetis. v Merupakan elektrolit yang lebih lemah dari AB atau CD reaktan. v Reaksi antara Logam dengan Asam Kuat Encer Secara umum Reaksi dapat terjadi karena ion H+ dari asam akan menyerap elektron dari logam logam mereduksi ion H+ Logam-logam yang dapat mereduksi ion H+ terletak di sebelah kiri unsur H dalam Deret Kereaktifan Logam. Contoh v Reaksi Logam dengan Garam Secara umum Reaksi logam dengan garam merupakan reaksi pendesakan logam L mendesak logam M. Reaksi hanya akan berlangsung jika logam L terletak di sebelah kiri logam M dalam deret kereaktifan logam. Contoh Hitungan Stoikiometri yang Melibatkan Campuran Jika suatu campuran direaksikan, maka masing-masing komponen mempunyai persamaan reaksi sendiri. Langkah-langkah penyelesaiannya § Menuliskan persamaan reaksi yang setara untuk masing-masing komponen campuran. § Memisalkan salah 1 komponen campuran dengan variabel a – z, maka komponen lainnya = selisihnya. § Menentukan jumlah mol masing-masing komponen. § Menentukan jumlah mol zat lain yang diketahui. § Membuat persamaan untuk menentukan nilai variabel. § Menyesuaikan jawaban dengan pertanyaan. Contoh soal Sebanyak 5,1 gram campuran CaO dan CaOH2 memerlukan 150 mL larutan asam klorida 1 M. Tentukan susunan/ komposisi campuran tersebut! Mr. CaO = 56; CaOH2 = 74. Titrasi Asam – Basa o Reaksi netralisasi asam-basa dapat digunakan untuk menentukan kadar konsentrasi larutan asam atau basa. o Sejumlah tertentu larutan asam dititrasi dengan larutan basa sampai mencapai titik ekuivalen asam dan basa tepat habis bereaksi. o Jika salah 1 larutan diketahui molaritasnya, maka molaritas larutan yang lain, dapat dihitung dengan rumus o V1 x M1 . a = V2 x M2 . b a = valensi larutan penitrasi b = valensi larutan yang dititrasi o Titik ekuivalen dapat diketahui dengan menambahkan suatu indikator. o Indikator akan berubah warna di sekitar titik ekuivalen. o Titrasi dihentikan pada saat indikator menunjukkan perubahan warna keadaan ini disebut = titik akhir titrasi. o Kurva titrasi dibedakan menjadi 3 yaitu kurva titrasi antara a Asam kuat dengan basa kuat saat ekuivalen, pH = 7 b Asam kuat dengan basa lemah saat ekuivalen, pH 7 Vidio Stoikiometri Vidio Titrasi Asam Basa Postingan Terbaru Lain-nya Bahaya Pornografi Sesungguhnya Secara Detail yang Sangat Amat Perlu Anda Tahu! Asam Basa Penyetaraan Reaksi Redoks Ikatan Ion Karbohidrat Logam Alkali Dan Alkali Tanah Gas Mulia Dan Halogen Nitrogen Dan Oksigen Stoikiometri Reaksi Dan Titrasi Asam Basa Larutan Asam Dan Basa

pada titrasi asam dan basa terjadi reaksi